Selamat Datang di Website Resmi MAN 3 Bungo # Selamat Datang di Website MAN 3 Bungo http://man3bungo.mdrsh.id Terima Kasih Telah Mengunjungi Website MAN 3 Bungo Operator Website : Fadli Ahmad, SE dan M. Fauzi, S.Pd.I
Diposting Pada: Rabu, 14 Oktober 2026

Kisah KH Asad Humam: Pahlawan Al-Quran Penemu Metode Iqro yang Menginspirasi Dunia

Kisah KH Asad Humam: Pahlawan Al-Quran Penemu Metode Iqro yang Menginspirasi Dunia

YOGYAKARTA – Bagi hampir seluruh umat Muslim di Indonesia, buku kecil berurutan jilid 1 hingga 6 dengan sampul warna-warni bernama Iqro’ tentu sudah tidak asing lagi. Buku ini telah mengantarkan jutaan anak-anak maupun orang dewasa fasih melantunkan ayat suci Al-Qur'an. Namun, tak banyak yang mengetahui kisah luar biasa di balik penciptanya yang bersahaja, KH As'ad Humam.
Lahir pada tahun 1933 di Kampung Selokraman, Kotagede, Yogyakarta, Kiai As'ad tumbuh di lingkungan wirausaha dan aktif dalam gerakan dakwah Muhammadiyah. Menariknya, beliau bukanlah seorang akademisi dengan gelar tinggi ataupun lulusan pesantren besar; ia hanya sempat menempuh pendidikan formal hingga kelas II Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah.

Menolak Menyerah pada Keterbatasan Fisik

Ketika masih muda, Kiai As'ad mengalami kecelakaan jatuh dari pohon yang berakibat fatal. Beliau mengalami pengapuran tulang belakang akut yang menyebabkan seluruh tubuhnya kaku. Sepanjang hidupnya, leher beliau tidak bisa digerakkan, salat harus dilakukan dengan duduk tegak, dan ia membutuhkan bantuan tongkat untuk berjalan.
Kendati ruang gerak fisiknya sangat terbatas, semangat Kiai As'ad untuk membumikan Al-Qur'an justru tidak pernah padam.

Lahirnya Metode Iqro dari Bawah Pohon Jambu

Kegelisahan Kiai As'ad bermula saat melihat anak-anak di sekitarnya kesulitan belajar membaca Al-Qur'an menggunakan metode lama (sistem ejaan Baghdadiyah) yang memakan waktu bertahun-tahun. Bersama rekan-rekannya di Team Tadarus AMM (Angkatan Muda Masjid dan Musala) Kotagede, beliau mulai memutar otak mencari alternatif yang lebih praktis.
Sebuah kisah menarik menyebutkan bahwa Kiai As'ad sering duduk di bawah pohon jambu sebelah rumahnya demi mencari ilham pengajaran suku kata yang mudah. Setelah melalui eksperimen, evaluasi, dan uji coba berulang kali pada anak-anak sejak awal 1980-an, tersusunlah rangkaian sistematis 6 jilid buku yang dinamai Iqro’ sekitar tahun 1988.
Metode ini menawarkan sistem membaca langsung (tanpa mengeja) dengan asas yang praktis, sistematis, dan menyenangkan bagi anak-anak. Pada tahun 1988, sistem pengajaran ini mendapat pengakuan dari Kementerian Agama dan didistribusikan secara massal ke seluruh pelosok negeri.

Warisan Amal Jariyah yang Mendunia

Keberhasilan metode Iqro berkembang sangat masif. Karyanya tidak hanya merevolusi ribuan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) di tanah air, tetapi juga diadopsi secara resmi di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, hingga komunitas Muslim di Eropa dan Amerika.
Kiai As'ad Humam wafat pada hari Jumat, 2 Februari 1996. Dalam prosesi pemakamannya, Menteri Agama saat itu, Tarmizi Taher, menyebutnya sebagai "Pahlawan Penyelamat Al-Qur'an" karena berhasil membebaskan masyarakat luas dari kebutaan aksara kitab suci.
Meski raganya telah tiada, setiap ketukan huruf alif, ba, ta yang dieja oleh miliaran lisan generasi Muslim di dunia menjadi aliran pahala jariyah yang tidak akan pernah putus bagi sang kiai.

 


68x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Kaur Tata Usaha MAN 3 Bungo Ikuti Pelatihan Motivator Nasional 278x dibaca
  2. Resmi Menyandang Gelar Gr., M. Fauzi Ikuti Wisuda Pengukuhan Guru Profesional dan Yudisium ke V Tahun 2026 946x dibaca
  3. Pencairan Insentif Guru Madrasah Non-ASN 2026 Dimulai 1237x dibaca
  4. susunan amalan Malam Nisfu Syaban 277x dibaca
  5. SISWA SISWI MAN 3 BUNGO IKUTI KOMPETISI SAINS MADRASAH 754x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MAN 3 Bungo

Mars Madrasah