
Di tengah keterbatasan fasilitas dan akses jalan yang rusak di pelosok Nusa Tenggara Timur, lahirlah sebuah cerita tentang ketulusan yang murni dari dunia anak-anak. Dion, seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Sumba Timur, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan karena prestasi akademis di atas kertas, melainkan karena kebesaran hatinya yang secara sukarela menggendong teman sekelasnya, Sipri, yang merupakan seorang penyandang disabilitas fisik.Momen mengharukan ini pertama kali direkam oleh guru mereka, Magdalena P. Haingu. Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas, Dion tampak dengan sigap menghampiri Sipri yang duduk di depan teras kelas saat bel pulang berbunyi. Tanpa ragu, Dion memosisikan tas sekolahnya sendiri di bagian dada agar punggungnya siap menjadi tumpuan bagi sang sahabat.Langkah kaki kecil Dion membawa tubuh Sipri keluar dari area sekolah dengan penuh hati-hati. Tidak ada keluhan, cemberut, ataupun paksaan. Di sepanjang halaman sekolah, aksi heroik ini segera memicu rasa solidaritas dari teman-teman sekelas lainnya. Bocah-bocah lain berlarian mendekat untuk membantu memegangi barang bawaan mereka, bahkan ada yang membawakan tas milik Dion agar bebannya menjadi lebih ringan.Menurut penuturan gurunya, aksi menggendong ini sebenarnya dilakukan secara bergantian oleh para murid lainnya jika pengasuh Sipri sedang ada tugas di luar. Namun, Dion adalah sosok yang paling sering dan paling setia mengantarkan Sipri. Mereka rela melakukannya karena kondisi jalanan tanah berbatu yang rusak membuat kursi roda yang dimiliki Sipri sulit untuk didorong secara optimal.Bagi anak-anak di Sumba Timur ini, disabilitas bukanlah pembatas untuk menjalin persahabatan. Mereka tidak ingin melihat sahabatnya tertinggal atau putus sekolah hanya karena keterbatasan fisik.Video viral ini menuai banjir pujian dan simpati dari netizen di seluruh Indonesia. Aksi Dion dan kawan-kawannya menjadi tamparan sekaligus pengingat yang indah bagi orang dewasa, bahwa empati, kepedulian, dan inklusivitas sejati tidak butuh teori yang rumit—ia hanya butuh ketulusan hati yang dipraktikkan lewat langkah nyata.
|
231x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...