
Kota Semarang, Jawa Tengah, akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI pada 11–20 September 2026. Kota yang terkenal dengan kekayaan sejarah dan budayanya ini telah mempersiapkan diri untuk menyambut ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Persiapan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI telah memasuki tahap akhir. Kementerian Agama memastikan seluruh persiapan yang menjadi tanggung jawabnya telah rampung 100 persen. Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah berkoordinasi untuk memastikan kelancaran acara, mulai dari penyambutan kafilah hingga pelaksanaan berbagai agenda pendukung.
MTQ Nasional XXXI tahun ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan seni membaca dan menghafal Al-Qur’an. Pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai kegiatan tambahan untuk memperkenalkan kekayaan budaya, wisata, dan ekonomi kreatif Kota Semarang kepada para tamu dan peserta. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperkuat citra Semarang sebagai kota tujuan wisata dan budaya.
Menurut data Kementerian Agama, sebanyak 7.338 orang akan hadir dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Mereka terdiri dari kafilah, peserta lomba, official, dan pendamping dari 37 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, terdapat 2.242 peserta lomba, yang terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Kehadiran ribuan peserta dan tamu ini menjadi momentum penting bagi Semarang dan Jawa Tengah untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus memperkenalkan potensi daerah.
Salah satu agenda menarik yang turut memeriahkan MTQ Nasional XXXI adalah Festival Kota Lama (FKL) Semarang 2026. Festival ini semula dijadwalkan berlangsung selama 11 hari, namun diperpanjang menjadi 17 hari, yakni dari 4 hingga 20 September 2026, untuk menyambut para peserta MTQ. Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyebutkan sekitar 7.000 orang dari berbagai provinsi diperkirakan hadir dalam rangkaian acara MTQ Nasional. Perpanjangan festival ini diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi para tamu untuk menikmati suasana Kota Lama Semarang, yang merupakan salah satu ikon wisata bersejarah di kota ini.
Selain MTQ dan Festival Kota Lama, pemerintah juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung lainnya, seperti Mini Dugderan, Festival Rebana Nasional, pameran kaligrafi, wisata heritage dan walking tour Kota Semarang, fashion show Islami, wisata religi, serta berbagai kegiatan seni dan budaya. Ada pula agenda khataman Al-Qur’an massal, gerakan bersih-bersih masjid, Job Fair, dan seminar nasional. Rangkaian acara ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sektor usaha masyarakat.
Kawasan Kota Lama menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI. Selain memiliki nilai sejarah, kawasan ini kini berkembang menjadi pusat kegiatan seni, budaya, komunitas, dan ekonomi kreatif. Berbagai agenda Festival Kota Lama akan berlangsung hingga 20 September, termasuk Festival Folklore Kota Lama pada 18–19 September dan pertunjukan 1.000 Angklung Berkebaya pada 19 September. Kehadiran ribuan peserta MTQ diharapkan dapat semakin memperkenalkan kawasan ini ke tingkat nasional.
Untuk mendukung kelancaran acara, LPTQ Jawa Tengah telah menyiapkan 12 venue strategis dan ikonik di Kota Semarang sebagai lokasi perlombaan dan kegiatan pendukung. Beberapa lokasi tersebut antara lain Lapangan Pancasila Simpang Lima, Convention Hall MAJT, Masjid Raya Baiturrahman, Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Auditorium Kanwil Kemenag Jawa Tengah, dan sejumlah tempat lainnya. Persiapan venue ini dilakukan secara intensif agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa keberhasilan MTQ Nasional XXXI tidak hanya diukur dari sisi penyelenggaraan dan prestasi peserta, tetapi juga dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Ajang ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi sektor ekonomi lokal dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
MTQ Nasional XXXI di Semarang diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarkafilah dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang memiliki kemampuan, akhlak, dan wawasan keislaman yang baik.
Dengan perpaduan antara syiar Al-Qur’an, seni budaya, wisata, dan ekonomi kreatif, Semarang siap menyambut seluruh peserta dan tamu MTQ Nasional XXXI. Penyelenggaraan MTQ Nasional pada 11–20 September 2026 menjadi kesempatan bagi Jawa Tengah untuk menunjukkan bahwa perhelatan keagamaan berskala nasional dapat sekaligus menjadi penggerak pariwisata, budaya, dan perekonomian masyarakat. Kota Semarang pun siap menyambut para penjaga dan pecinta Al-Qur’an dari seluruh penjuru Indonesia.
|
359x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...