
JAKARTA — Menyambut datangnya bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW (Rabiulawal 1448 H), Kementerian Agama Republik Indonesia resmi meluncurkan gerakan nasional bertajuk Gema Selawat Kebangsaan melalui program "Indonesia Berselawat" pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan spiritual berskala masif ini mengusung misi mulia dengan slogan "Berselawat untuk Negeri, Meneladani Sirah Nabi".Kemenag menargetkan partisipasi aktif dari 1.781.945 peserta di seluruh penjuru tanah air. Menariknya, target angka tersebut bukan sekadar angka acak, melainkan sebuah simbol historis kebangsaan yang diambil dari tanggal proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945 (17-8-1945).Hidupkan Tradisi Kitab Dalā'il al-KhayrātInti utama dari gerakan nasional ini adalah pelaksanaan Pembacaan & Khataman Kitab Dalā'il al-Khayrāt secara serentak. Kitab legendaris karya ulama asal Maroko, Imam al-Jazuli, tersebut berisi kumpulan selawat kepada Rasulullah SAW yang sudah mengakar kuat dalam tradisi keislaman Nusantara selama berabad-abad.Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi, menjelaskan bahwa gerakan ini dirancang sebagai wadah bersama untuk menyatukan umat Muslim sekaligus memperkuat rasa cinta kepada Rasulullah."Kami ingin menghadirkan selawat bukan sekadar sebagai lantunan lisan atau ritual seremonial belaka. Lebih dari itu, selawat harus menjadi bahasa cinta sekaligus instrumen untuk menghidupkan kembali keteladanan akhlak Nabi dalam kehidupan berbangsa, seperti merawat kasih sayang, persaudaraan, kedamaian, dan kepedulian antarsesama," ujar Muchlis dalam keterangannya.Menggema Serentak dari Berbagai TitikGerakan ini dilaksanakan secara daring dan luring dengan melibatkan jejaring luas di seluruh Indonesia. Mulai dari masjid, pondok pesantren, majelis taklim, lembaga pendidikan, lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA), ormas Islam, hingga rumah-rumah warga sipil turut menggemakan selawat ini bersama-sama.Selain sebagai bentuk ekspresi religius, peluncuran gerakan nasional ini juga diiringi dengan doa bersama dan aksi kepedulian sosial untuk keselamatan negeri, termasuk menyisipkan doa khusus bagi masyarakat yang tengah terdampak musibah bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.Melalui momentum ini, Kemenag berharap gema selawat yang membubung dari berbagai penjuru nusantara mampu memperkokoh persatuan nasional serta membawa kedamaian dan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
|
55x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...