
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat kebutuhan sumber daya manusia dengan menerima 261 aparatur sipil negara (ASN) hasil seleksi mutasi karier tahun 2026. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.
Mayoritas ASN yang diterima berasal dari pemerintah daerah. Mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung tugas-tugas Kemenhaj, khususnya dalam mempersiapkan dan melaksanakan layanan haji yang lebih baik.
Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, menyampaikan bahwa seleksi mutasi ASN karier tahun ini diikuti oleh 1.772 pegawai negeri sipil (PNS) dari berbagai instansi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 261 ASN dinyatakan lolos seleksi dan telah menyatakan komitmen untuk bergabung dengan Kemenhaj.
"Berdasarkan informasi dari BKN, seleksi ASN Karier Kemenhaj merupakan seleksi mutasi PNS terbesar yang pernah diselenggarakan oleh BKN," ujar Teguh dalam keterangan tertulis pada Selasa, 21 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa proses seleksi ini dilakukan secara transparan dan profesional untuk mendapatkan ASN yang berintegritas dan siap melayani jemaah haji.
Pernyataan tersebut disampaikan Teguh saat membuka Entry Program ASN Hasil Seleksi Mutasi ASN Karier Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat. Acara ini menjadi momentum penting bagi para ASN baru untuk memahami tugas, tanggung jawab, serta budaya kerja di lingkungan Kemenhaj.
Dengan penambahan ASN baru ini, Kemenhaj berharap dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan haji, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Kemenhaj juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme seluruh ASN dalam menjalankan tugas demi memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.
|
328x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...