
Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar pada 2 Mei 2026, para peserta upacara di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bungo, Jambi, tampil mengenakan pakaian adat Melayu Jambi. Kegiatan ini berlangsung di halaman sekolah dan diikuti oleh guru, staf, serta siswa MAN 3 Bungo.
Penggunaan pakaian adat tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dalam instruksi tersebut, seluruh peserta upacara Hardiknas 2026 diimbau mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Kebijakan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, memperkuat kecintaan terhadap tanah air, serta melestarikan warisan budaya lokal di lingkungan pendidikan.
Di MAN 3 Bungo, pakaian adat Melayu Jambi yang dikenakan memiliki makna dan filosofi tersendiri. Para guru dan staf mengenakan busana khas seperti Baju Kurung Tanggung, yang dikenal sebagai identitas budaya masyarakat Jambi. Pakaian ini umumnya didominasi warna-warna cerah dan dihiasi sulaman benang emas, yang melambangkan kemuliaan serta kemakmuran.
Untuk pria, busana yang dikenakan terdiri dari Baju Melayu lengkap dengan kain samping (songket) dan penutup kepala khas yang disebut lacak. Sementara itu, para wanita mengenakan Baju Kurung yang anggun, menambah nuansa khidmat dan kental akan tradisi lokal dalam pelaksanaan upacara.
Aturan penggunaan pakaian adat tidak hanya diterapkan di MAN 3 Bungo, tetapi juga di berbagai instansi pendidikan dan pemerintahan di wilayah Jambi. Langkah ini menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah dan upaya pelestarian budaya daerah di tengah peringatan nasional.
Dengan mengenakan pakaian adat pada upacara Hardiknas, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga identitas budaya sekaligus mempererat persatuan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
|
129x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...