
Menjaga shalat lima waktu merupakan kewajiban utama bagi setiap Muslim. Shalat menjadi tiang agama yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Siapa pun yang konsisten melaksanakan shalat lima waktu, berarti ia telah menjaga agamanya. Sebaliknya, orang yang sering mengabaikan shalat, cenderung akan lebih mudah mengabaikan amalan-amalan lain dalam kehidupan beragama.
Amirul Mukminin, Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu, pernah menegaskan pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim. Ia mengatakan, "Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agamanya. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada bagian dalam Islam, bagi orang yang meninggalkan shalat."
Pernyataan Umar bin Al Khaththab ini menekankan bahwa shalat merupakan tolok ukur utama dalam menilai komitmen seseorang terhadap agamanya. Jika seseorang menjaga shalatnya, maka amalan lain pun akan lebih mudah dijaga. Namun, jika shalat diabaikan, amalan lain pun akan lebih mudah ditinggalkan.
Imam Ahmad rahimahullah juga menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, "Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agamanya. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktunya. Kenalilah dirimu, wahai Abdullah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu."
Pandangan Imam Ahmad ini memberikan gambaran bahwa kualitas keislaman seseorang sangat erat kaitannya dengan perhatian dan kepeduliannya terhadap shalat. Semakin seseorang menjaga shalatnya, semakin kuat pula keimanannya. Sebaliknya, jika shalat diabaikan, maka amalan lain seperti kejujuran dan menjaga amanat pun akan lebih mudah dilalaikan.
Fenomena ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang sering meninggalkan shalat, biasanya juga lebih mudah untuk berbuat lalai dalam hal lain, seperti berdusta atau mengabaikan tanggung jawab. Oleh karena itu, menjaga shalat lima waktu bukan hanya kewajiban, tetapi juga menjadi cerminan kualitas keimanan dan kepribadian seorang Muslim.
Sebagai penutup, penting bagi setiap Muslim untuk senantiasa menjaga shalat lima waktu dan menjadikannya prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan amalan-amalan lain pun akan lebih terjaga dan kualitas keislaman semakin meningkat. Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
|
54x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...