
MALANG — Suasana kebersamaan dan semangat bhinneka tunggal ika mewarnai Lapangan Utama Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”, Bululawang, Kabupaten Malang. Ribuan pramuka santri dari berbagai penjuru tanah air berkumpul untuk mengikuti upacara pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 yang berlangsung mulai 30 September hingga 6 Oktober 2026.
Acara akbar berskala nasional ini secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. H. Basnang Said, S.Ag., M.Ag.. Pembukaan diawali dengan prosesi adat khas kepramukaan yang dipadukan dengan Upacara Buka Adat Bhinneka Tunggal Ika. Dalam upacara tersebut, para santri tampil memukau dengan mengenakan beragam pakaian adat Nusantara sebagai simbol persatuan dan kekayaan budaya bangsa.
Santri Unggul dan Berdaya Saing Global
Dalam amanatnya, Dirjen Pesantren Basnang Said menegaskan bahwa pesantren merupakan identitas asli bangsa Indonesia yang telah terbukti sukses melahirkan generasi berakhlak, mandiri, dan tangguh. Ia menekankan bahwa pramuka santri bukan sekadar ajang berkemah biasa, melainkan ruang strategis untuk menempa masa depan.
"Santri Indonesia adalah santri yang unggul, mandiri, dan siap mendunia. PPSN bukan hanya tentang mendirikan tenda, tetapi bagaimana para santri belajar hidup bersama, menghargai perbedaan, membangun kemandirian, dan meneguhkan kecintaan kepada NKRI," ujar Basnang Said.
Pada kesempatan ini, Kemenag juga menekankan misi penting untuk menyiapkan para pramuka santri ini sebagai duta antikekerasan serta agen perubahan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Mengusung Konsep Keberagaman dan Ekoteologi
Tahun ini, PPSN VI mengusung tema besar: “Membentuk Karakter, Merawat Lingkungan, Meneguhkan Kebangsaan, dan Berdaya Saing Global”. Salah satu pembeda pada edisi kali ini adalah penerapan konsep pemerataan, di mana setiap regu kepramukaan diwajibkan berisi gabungan santri dari berbagai pondok pesantren yang berbeda agar proses pembauran lintas daerah terjalin lebih kuat.
Selain kegiatan fisik dan wawasan kepramukaan di alam terbuka, kompleks perkemahan juga dimeriahkan oleh Bazar UMKM dan agenda "Bunda Menyapa Santri". Ajang ini menjadi ruang pameran bagi produk kreatif dan karya usaha mandiri milik pondok pesantren dari seluruh provinsi di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Malang selaku tuan rumah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kelancaran fasilitas dan keamanan logistik demi kenyamanan ribuan peserta selama sepekan ke depan. Informasi berkala mengenai jalannya kegiatan kepesantrenan nasional ini dapat diakses publik melalui situs resmi Kementerian Agama RI.
|
232x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...