
Rampi-Rampo merupakan salah satu kesenian tradisional yang berasal dari masyarakat Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Kesenian ini dikenal sebagai bentuk sastra tutur yang diwariskan secara turun-temurun dan masih lestari hingga saat ini. Rampi-Rampo menampilkan lantunan pantun yang dinyanyikan secara bersahut-sahutan, diiringi instrumen musik tradisional maupun modern.
Ciri khas utama dari Rampi-Rampo terletak pada bentuk komunikasinya yang disebut "cakap mudo hati", yakni ungkapan isi hati yang disampaikan secara lisan. Penyajian Rampi-Rampo dilakukan secara berpasangan, biasanya antara pelantun laki-laki dan perempuan, melalui format tanya jawab. Lirik yang digunakan mengikuti struktur pantun empat baris dengan pola rima A-B-A-B, sehingga menambah keindahan dalam penyampaiannya.
Isi pantun dalam Rampi-Rampo umumnya berkisah tentang asmara muda-mudi, suasana hati, hingga petuah dan nasihat kehidupan. Hal ini menjadikan Rampi-Rampo tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana penyampaian nilai-nilai budaya dan moral kepada masyarakat.
Dalam kehidupan masyarakat Jambi, Rampi-Rampo memiliki peran penting dan sering dihadirkan dalam berbagai acara adat dan budaya. Beberapa kegiatan yang kerap menghadirkan kesenian ini antara lain acara Baselang Padi, yaitu gotong royong menanam padi, upacara pernikahan, serta pesta kenduri di tingkat daerah. Keberadaan Rampi-Rampo pada momen-momen tersebut memperkuat rasa kebersamaan dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Seiring perkembangan zaman, Rampi-Rampo mengalami transformasi. Tradisi sastra tutur ini kini berkembang menjadi genre lagu pop daerah Jambi yang cukup populer. Instrumen pengiringnya pun semakin beragam, tidak hanya alat musik tradisional, tetapi juga alat musik modern seperti biola, keyboard, dan organ tunggal. Lagu-lagu Rampi-Rampo kini sering dibawakan oleh penyanyi lokal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bungo maupun wilayah Jambi lainnya.
Keberlanjutan Rampi-Rampo sebagai warisan budaya menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap perubahan zaman, sekaligus upaya menjaga identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.
|
153x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...