
MINA – Kawasan suci Mina saat ini dipadati oleh sekitar 1,5 juta jemaah haji dari berbagai penjuru dunia. Setelah menyelesaikan wukuf di Padang Arafah dan bermalam (mabit) di Muzdalifah, jutaan jemaah bergerak cepat menuju kota tenda Mina untuk melaksanakan salah satu wajib haji, yaitu melontar jumrah.Pemandangan dari udara menunjukkan area Jamarat dipenuhi pergerakan manusia yang serasi mengenakan pakaian ihram putih. Mereka berjalan kaki secara bergelombang menuju tiga pilar (Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah) sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan dan peneguhan keimanan.Berikut adalah gambaran situasi dan dinamika di lapangan selama prosesi di Mina berlangsung:Kepadatan di Jalur Jamarat: Jemaah bergerak teratur di bawah pengawasan ketat aparat keamanan Arab Saudi dan petugas haji lintas negara untuk mencegah penumpukan di titik-titik krusial.Suhu Panas Menyengat: Meskipun cuaca
di Arab Saudi terasa sangat terik, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para jemaah. Mayoritas dari mereka menyiasati panas ekstrem dengan menggunakan payung dan menyemprotkan air ke wajah.Gema Talbiyah dan Zikir: Suasana religius terasa begitu kental di sepanjang maktab dan tenda-tenda penginapan. Gema kalimat talbiyah, zikir, dan doa terus berkumandang secara bersahut-sahutan dari jutaan lisan jemaah yang mengharapkan predikat haji mabrur.Kesigapan Petugas: Otoritas setempat bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus melakukan penyisiran, pengaturan arus, dan menyediakan layanan kesehatan bergerak guna mengantisipasi jemaah yang kelelahan atau mengalami dehidrasi.Setelah menyelesaikan prosesi lempar jumrah di Mina, sebagian jemaah yang mengambil Nafar Awal maupun Nafar Tsani akan melanjutkan perjalanan kembali ke Makkah untuk melaksanakan Tawaf Ifadah dan Sai di Masjidil Haram.
|
69x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...