
Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati setiap tanggal 20 Mei di Indonesia. Peringatan ini didasarkan pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, yang menjadi tonggak awal munculnya kesadaran nasional untuk bersatu melawan penjajahan secara modern.
Pada tahun 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia telah menetapkan tema resmi Hari Kebangkitan Nasional ke-118, yaitu "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Tema ini menyoroti pentingnya peran generasi muda, khususnya Milenial dan Gen Z, sebagai aset strategis bangsa. Generasi muda diharapkan memiliki karakter kuat, literasi digital yang baik, serta mampu mempertahankan kedaulatan negara di bidang teknologi, pendidikan, sosial, dan budaya. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana generasi penerus bangsa diharapkan dapat membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan berdaulat.
Sejarah Hari Kebangkitan Nasional bermula dari lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Organisasi ini didirikan oleh para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) di Jakarta, dengan tokoh-tokoh utama seperti dr. Soetomo, dr. Wahidin Sudirohusodo, dan beberapa tokoh pergerakan lainnya. Boedi Oetomo menandai perubahan strategi perjuangan rakyat Indonesia, dari yang semula bersifat kedaerahan dan fisik, menjadi perjuangan nasional yang berbasis pada pemikiran, organisasi modern, dan pendidikan.
Penetapan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional pertama kali dilakukan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1948 di Yogyakarta. Penetapan ini kemudian diperkuat melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, yang menjadikan tanggal tersebut sebagai hari penting nasional.
Terkait statusnya, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, Hari Kebangkitan Nasional bukan merupakan hari libur nasional maupun cuti bersama. Seluruh aktivitas perkantoran, sekolah, dan perkuliahan tetap berjalan seperti biasa. Meski demikian, instansi pemerintah dan lembaga pendidikan dianjurkan untuk menyelenggarakan upacara bendera sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kebangkitan bangsa.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai persatuan, semangat kebangsaan, dan peran generasi muda dalam menjaga kedaulatan serta kemajuan Indonesia di masa depan.
|
134x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...