
Ibadah haji merupakan panggilan istimewa yang membutuhkan persiapan matang dari berbagai aspek. Menjelang musim haji 2026, pemerintah dan otoritas terkait memberikan sejumlah nasihat penting kepada calon jemaah agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan aman.
Pertama, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan pentingnya menjaga istitha'ah atau kemampuan fisik dan mental. Jemaah, khususnya yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), diimbau untuk rutin melakukan olahraga ringan dan disiplin dalam mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Mengingat cuaca di Arab Saudi yang cenderung ekstrem, jemaah juga disarankan menjaga hidrasi dengan cukup minum air putih meski tidak merasa haus. Selain itu, pola makan harus diperhatikan, seperti sarapan sebelum pukul 09.00 dan makan siang sebelum pukul 15.00, guna menjaga stamina selama menjalankan ibadah. Jemaah juga diingatkan untuk mengatur energi dengan menghindari aktivitas di luar ibadah utama yang tidak mendesak, agar tidak kelelahan sebelum puncak pelaksanaan haji.
Kedua, penguasaan manasik secara mandiri dan literasi digital menjadi hal yang semakin penting. Pada penyelenggaraan haji 2026, jemaah diharapkan dapat memahami tata cara manasik secara mandiri sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada petugas. Selain itu, penggunaan aplikasi digital seperti Nusuk dan Saudi Visa Bio kini menjadi bagian dari proses administrasi haji. Jemaah didorong untuk mulai membiasakan diri dengan teknologi ini agar proses administrasi di tanah suci berjalan lancar dan tanpa hambatan.
Ketiga, aspek spiritual juga menjadi perhatian utama. Meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT merupakan nasihat mendasar bagi seluruh jemaah. Ibadah haji adalah ujian kesabaran, mulai dari antrean keberangkatan, perjalanan, hingga pelaksanaan ibadah di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara. Kedisiplinan waktu dalam setiap tahapan keberangkatan kini menjadi budaya baru yang ditekankan oleh Kementerian Haji dan Umrah, demi kelancaran seluruh proses ibadah.
Keempat, keamanan dan legalitas perjalanan haji menjadi prioritas pemerintah. Masyarakat diimbau untuk hanya menggunakan visa haji resmi yang dikeluarkan pemerintah. Satgas Haji Ilegal telah diperkuat untuk mencegah terjadinya penipuan yang dapat merugikan jemaah selama di tanah suci. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh proses haji berjalan transparan dan aman bagi seluruh peserta.
Dengan persiapan yang matang serta kepatuhan terhadap arahan petugas, diharapkan jemaah Indonesia dapat melaksanakan seluruh rukun dan wajib haji dengan lancar. Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat meraih predikat haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat.
|
86x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...