
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi melalui Bimas Buddha bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jambi melaksanakan kegiatan penanaman pohon pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di area Kawasan Cagar Budaya Nasional Kompleks Percandian Muaro Jambi. Jenis pohon yang ditanam antara lain pohon bodi, pohon sala, pohon meranti, serta beberapa jenis pohon lainnya yang memiliki nilai historis dan filosofis.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jambi, Yanto HM Manurung, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia menilai penanaman pohon merupakan implementasi dari Asta Protas Kementerian Agama dalam memperkuat ekoteologi, selaras dengan konsep harmoni antara alam dan budaya yang diterapkan di kawasan tersebut. Yanto juga menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Agama dan Kementerian Kebudayaan dalam menjaga kelestarian kawasan cagar budaya.
Penanaman kembali pohon bodi, sala, dan meranti di beberapa lokasi di kawasan Candi Muaro Jambi bertujuan melestarikan tanaman endemik yang memiliki nilai filosofis, terutama dalam sejarah ajaran Buddha. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu situs penting dalam sejarah perkembangan agama Buddha di Indonesia.
Kepala Kanwil Kemenag Jambi, Mahbub Daryanto, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyebut penanaman pohon menjadi salah satu momentum dalam rangka menyambut peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 M. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya Kanwil Kemenag Jambi mendukung Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan ekoteologi.
Menurut Mahbub Daryanto, penanaman pohon bodi dan sala memiliki makna strategis, tidak hanya untuk pelestarian lingkungan hidup, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai sejarah, budaya, dan spiritual di kawasan Candi Muaro Jambi. Ia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan ajaran agama Buddha mengenai cinta kasih terhadap alam dan lingkungan.
Untuk memperkuat sinergi, Mahbub Daryanto mendorong adanya kerja sama formal antara Kanwil Kemenag Jambi dan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jambi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman. Ia berharap penanaman pohon ini dapat menjadi bentuk pelayanan yang berdampak positif bagi masyarakat serta menjadikan Kementerian Agama sebagai pelopor perubahan sosial keagamaan ke arah yang lebih baik.
Penasihat Ahli Menteri Agama RI, Budhy Munawar Rachman, turut mengapresiasi kegiatan penanaman pohon ini. Ia menilai upaya tersebut penting untuk pelestarian Kawasan Cagar Budaya Percandian Muaro Jambi yang merupakan salah satu situs bersejarah di Indonesia. Budhy mendorong agar kawasan ini lebih dikenal secara nasional dan dikembangkan lebih lanjut agar diketahui oleh masyarakat luas.
Budhy juga menegaskan bahwa penanaman pohon di kawasan ini menjadi contoh nyata upaya penghijauan kembali lingkungan, khususnya di Provinsi Jambi. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah pembelajaran dalam memelihara dan menghutankan kembali beberapa tempat penting di Indonesia.
Secara keseluruhan, penanaman pohon di kawasan Candi Muaro Jambi merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan hidup di lokasi yang memiliki nilai sejarah tinggi, baik dalam konteks agama Buddha maupun sejarah kemanusiaan secara umum. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelestarian alam dan warisan budaya di Indonesia.
|
119x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...